Ramalan

Sherly melihat butiran-butiran kohesi air di kaca jendela kamarnya. Di luar terlihat gerombolan tetes-tetes air hujan membasahi tanah di sekitar rumahnya. Wajah Sherly yang biasanya ceria kali ini agak tertekuk karena dia telah dibohongi oleh ramalan cuaca di aplikasi laptop-nya. Sejam yang lalu tertulis cuaca akan berawan dengan kemungkinan hujan 0% dan sempat membuat hatinya bahagia. Hujan yang tak disangka ini membatalkan pertemuannya dengan Reihan, kekasihnya setelah cukup lama mereka saling lost-contact dan long-distance relationship karena si cowok pulang ke Adelide untuk menjenguk ayahnya yang sakit.
Sherly sempat khawatir karena sudah 66 hari dia tak mendapat telfon ataupun pesan dari Reihan di media sosial pun dia tak dapat dihubungi. Pesan yang ia tulis di chat, wall dan twitter-nya seolah-olah tak digubris oleh si cowok yang telah berhubungan dengannya selama enam bulan itu. Sempat juga Sherly melihat ramalan zodiaknya yang mengharuskan dia merelakan cintanya di kolom asmara. Seminggu yang lalu ketika Sherly dan anak-anak Sastra Perancis berjalan-jalan di pasar malam dia mendatangi stand peramal dan mengejutkannya si peramal melihat bahwa hubungan cintanya akan memburuk dalam waktu dekat ini. Membayangkan itu Sherly semakin gelisah dan terus memikirkan Reihan.
Namun, kemarin sepulang dia dari negara kangguru itu akhirnya setelah penantian yang panjang tanpa kejelasan Reihan mengajaknya ketemuan di kafe favorit mereka berdua hari ini. Waktu yang telah mereka tetapkan bersama berdasarkan ramalan cuaca. Tapi apa? Kemarin yang mereka kira hari ini jam ini akan cerah ceria malah menjadi hujan dan mendung yang membuat burung pun urung meninggalkan sarangnya.
Sembari menunggu Tuhan menghentikan hujan-Nya Sherly termenung di depan layar monitornya sambil berpikir apa yang akan terjadi saat pertemuannya nanti dengan Reihan, apakah sesuai dengan ramalan yang didapatkannya? apakah Reihan akan memberikan kabar yang membuat ramalan itu benar dan mengakhiri hubungan mereka berdua? Atau ramalan itu hanyalah kata-kata yang tak perlu dipercaya sama seperti ramalan cuaca yang berubah-ubah? Sherly tidak tahu apa yang akan terjadi karena itu semua kehendak Sang Pencipta. Sherly pun menunduk dan berdo’a “Ya Tuhan berikanlah yang terbaik saat akku bertemu dengannya nanti. Jikalau itu kabar buruk berikanlah hamba-Mu ini kekuatan untuk menerimanya. Amin.” Sherly mengusap wajahnya dan tangannya pun basah oleh larutan garam yang keluar dari pelupuk matanya.

Menjadi Part Timer

081434110602Oke. Kali ini aku akan membahas soal part-time. Maklumlah karena aku sekarang lagi jadi part-timer di salah satu tempat di sekitar kampusku. Nggak tau part-timer? Part-timer itu kerja paruh waktu. Pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang di waktu senggangnya untuk mendapatkan uang dikarenakan di waktu lain seseorang tersebut mempunyai kesibukan lain seperti kuiah, belajar, dan sebagainya. Seseorang dapat dikatakan sebagai part-timer apabila dia bekerja di luar kesibukannya. Sebagai contoh aku nih, aku menyempatkan untuk bekerja di sela-sela jadwal kuliahku. Itulah yang disebut part-timer. Part-time hanya dapat dilakukan saat seseorang berada di waktu senggang dan tidak sedang berada dalam kesibukan utamanya. Jika dia bekerja di waktu kesibukannya itu sudah bukan part-time lagi namanya. Itu adalah kerja tetap. Banyak sekali tempat-tempat yang membutuhkan adanya part-time untuk membantu meringankan pekerjaan karyawan-karyawan tetap. Tugas part-timer umumnya Continue reading

Sebuah Awal

Oke s8762521-black-gold-button-green-orb-with-a-start-wordekarang kayaknya aku bakalan lebih sering posting di blog. Yah walaupun sepi pengunjung nggak apa-apa deh. Aku berterima kasih banget buat kamu-kamu yang udah nyempetin buka blog-ku ini meski dengan ketidaksengajaan. Nggak apa-apa. Oke back to the topic. Satu-satunya alasan kenapa aku memutuskan untuk istilahnya ‘menghidupkan’ kembali blog-ku yang sepi ini karena aku baru aja beli laptop baru. Eh nggak tahu denk ini namanya laptop apa notebook atau netbook. Whatever-lah yang penting intinya ini bisa digunakan buat internetan di kampus. Soalnya di hari-hari tertentu yaitu selasa ama kamis itu ada selang mata kuliah yang jaraknya dua jam. Ya karena aku orangnya ‘kayak gini’ tahu sendiri lah, makanya di jam-jam rawan itu aku tuh luntang-luntung nggak jelas nunggu jam kuliah mulai. Jadi di jam-jam itu aku sekaranng bisa mengisinya dengan salah satunya posting dengan laptop bermerk Toshiba ini dan windows 8 asli seharga tujuh ratus lima puluh ribu rupiah tanpa microsoft office (ealah tulung larang-larang ra ono office) kata mas-nya di toko tempat aku beli ini kalau mau install microsoft yang asli harganya mencapai one hundred united states dollars so mending aku cari yang crack aja. Duh kok jadi ngomongin ini sih. Pokoknya jika anda ‘tersesat’ disini jangan buru-buru untuk ditutup. Bacalah bentar dan maknai. Thank you and don’t forget to keep in touch with me. Oke. Oke. Bye bye.

To – mo – da – chi

Jika kau iri padaku maka kau salah. Justru malah aku yang iri padamu. Kejeniusan ini tidaklah penting. Yang lebih penting adalah… seorang … Seorang teman. Seseorang yang selalu meramaikan harimu. Seseorang yang selalu menjauhkanmu dari kesepian. Seseorang yang punya begitu banyak topik untuk dibicarakan. Dari sepakbola hingga konser artis idola. Kau itu lebih beruntung. Kau punya seseorang di sisimu. Yang selalu kau dapat jadikan tempat bercurah. Kau begitu mudahnya berteman. Siapa saja kau mau berkenalan. Tua. Muda. Pintar. Bodoh. Rupawan. Buruk rupa. Semuanya. Aku kerap melihatmu di kelilingi oleh mereka. Kau begitu senang dan menikmatinya. Dan aku iri. Aku yang tak punya seorang pun untuk ku ajak bicara. Aku yang merasa sendiri disini di dunia ini. Oke. Aku terlahirkan dengan kejeniusan tapi tidak dengan kepercayadirian. Aku selalu iri melihat orang-orang sekitarku. Berjalan di antara mereka yang punya seseorang untuk berbicara satu sama lain. Mereka begitu mudahnya mendapatkan seorang teman. Sedangkan aku. Aku hanya menjadi orang asing yang diabaikan. Aku sendiri hanya bisa melihat dan mendengar mereka. Tanpa ikut berbicara. Aku jadi bertanya-tanya. Apakah ini takdirku? Untuk sendirian selama aku tinggal di bumi ini. Apakah Tuhan telah menggantikan teman bagiku dengan kejeniusan ini? Kalau begini lebih baik aku tidak tahu apa-apa tapi aku dikelilingi oleh orang yang peduli padaku dan menganggap aku ada. Dan untuk menginkarinya aku malah sering berbicara dengan benda mati. Aku malah mencurahkan isi hati ini pada boneka, bantal, cermin, dan benda aneh lainnya. Aku juga sering berbicara pada sesuatu yang tak mengerti apa yang aku bicarakan. Kucing, lebah, bunga, pohon. Itu semua membuat orang-orang menjauhiku. Padahal aku hanya butuh seorang teman. Aku sangat senang jika satu orang saja bisa menyelamatkanku dari kesepian ini. Seseorang. Tolonglah aku. Seandainya kejeniusan ini dapat ditukar aku akan memberikannya pada siapapun yang mau memberiku seorang teman. Tak perlu yang aneh-aneh. Asal dia selalu ada untukku dan selalu mengerti apa yang aku rasakan. Bukannya teman yang lekang oleh waktu. Yang hanya membutuhkan kejeniusanku dan meninggalkanku saat dia tak butuh lagi. Teman macam apa itu? Itulah yang terjadi padaku. Saat orang-orang membutuhkanku aku membantu mereka dengan kejeniusan ini tetapi setelah mereka sukses dengan aku dibelakangnya. Memori denganku sudah terhapus. Dan aku dilupakan. Lagi. Untuk sekian kali. Dan ketika dia datang lagi. Bodohnya aku. Aku malah membantunya dan dia pergi lagi. Lagi. Lagi. Dan lagi. Terus berputar-putar seperti itu. Jadi kau jangan lagi iri pada kejeniusanku ini. Aku tak butuh ini. Aku hanya butuh itu tadi. Sesederhana itu. Apakah aku harus pandai berolahraga untuk mendapat teman? Apa aku harus tahu jadwal manggung suatu band untuk mendapat seorang teman? Apa aku harus tahu gosip terbaru untuk mendapat teman? Apa aku harus tahu semua atlet sepakbola untuk mendapat seorang teman? Apa aku harus mengerti otomotif untuk mendapat seorang teman? Apa aku harus punya produk tupperware terbaru untuk mendapat seorang teman? Apa aku harus terkenal untuk mendapat seorang teman? Apa aku harus menjadi orang lain untuk mendapat seorang teman? Apa aku … apa aku harus … apa aku … Aaarrghhh. Sesukar itukah? Dan akhirnya kuputuskan untuk mencurahkan isi ini yang hampir meledak pada blogku yang entah pernah dibuka oleh orang atau tidak. Siapa yang mau buka? Teman saja aku tidak punya. Aku terlalu bangga, ya? Ya sudahlah. Tetaplah menjadi postingan yang takkan diketahui oleh orang lain.

Menjadi Blogger yang Baik

penggal-postingan2-awalMungkin harus diperbaiki ya. Bukan Blogger tapi WordPresser secara ini kan WordPress tapi ini tetap blog terus apa dong namanya? Ah, sudahlah. Begitu kalo kata Babe. Itu lhoh pemenang SUCI season 3. SUCI. SUCI. Stand Up Comedy Indonesia. Yang season 3 kan yang menang Babe dari Medan. Juara duanya Viko yang pura-pura bego itu lhoh. Lhoh kok jadi nyimpang gini sih.

Oke. Kalian punya akun blog? Apa saja deh! Dan kalian suka posting, comment, reblog, feedback gitu nggak? Kalo iya Itu berarti kalian seorang blogger. Itu lhoh orang yang kerjanya update postingan di blog. Tau nggak sih kalo situs blog seseorang dipengaruhi oleh bloggernya? <– majas retoris. Seorang blogger perlu menjadi seorang blogger yang baik agar blog-nya banyak dikunjungi oleh visitor.

Agar menjadi seorang blogger yang baik kalian tidak perlu yang namanya update postingan setiap hari. Malah kayak situs berita aja. Pasalnya aku sendiri pernah berkomitmen untuk publish postingan setiap hari. Yah sekalipun cuman nyeritain keseharianku aja tapi ternyata hanya bertahan sepuluh hari aja. Setelah itu. Zonkkk. Ini dia beberapa alasan kenapa kalian disarankan untuk tidak posting setiap hari (syarat berlaku untuk blogger-blogger yang kayak aku):

1. Bahan buat posting
Biasanya biar kalian bisa posting setiap hari. Kalian dituntut untuk mempunyai bahan posting. Yang berbeda. Dan itu setiap hari. Ini malah akan bikin kalian capek sendiri. Copas sini copas sana tanpa kasih sumber. Atau malah memaksa kalian untuk memposting keseharian kalian. Boleh sih kalo kalian ngerasa itu bisa bikin viewer tertarik untuk terus mengikuti blog kalian tapi buat orang yang nggak populer dan kesehariannya cuman bangun kuliah posting tidur bangun lagi kayak aku ini. Mana ada menarik-menariknya.

2. Sarana untuk posting
Maaf ya. Ini buat kalian yang pengen posting setiap hari tapi postingnya di warnet. Ini kan malah akan bikin susah kalian sendiri. Udah setiap hari bolak balik ke warnet ngabisin uang pula. Solusinya kalian catet dulu apa yang ingin di posting terus ntar sebulan sekali tinggal ke warnet terus posting. Tapi kalo 30 hari berarti 30 posting. Sama aja lama ngetiknya. Yaudah seminggu sekali aja. Masih nggak bisa? Solusi terakhir pinjem kompi tetangga atau temen buat ketik-ketik terus tinggal upload di warnet. Tapi harus punya flashdisk ya. Hari gini nggak punya flashdisk? Hape aja punya. Touchscreen lagi.

3. Kecepatan akses internet
Nah, ini yang suka posting pake PC atau laptop yang pake modem. Nggak jarang lhoh akses internetnya lemoott banget sampe pengen banting laptopnya padahal kan saya benci lelet. Ish. Ish. Kalo udah gini kan percuma kalo kita udah buat postingan yang bagus tapi terkendala karena kelemotan internet dan memaksa kita ke warnet padahal kita punya modem. Buang-buang duit.

4. Kemauan
Kemauan ya bukan kemaluan. Sama aja kalo kita udah ada bahan buat posting, punya laptop sendiri dan akses internetnya cepet tapi kita lagi badmood buat posting. Mending nggak usah berniat posting tiap hari. Solusinya simpen dulu aja postingannya ntar kalo mood-nya balik update deh.

Nah, itu dia yang bikin aku nyerah buat posting tiap hari. Ada-ada saja barriernya. Dari situ aku dapet kesimpulan. Untuk menjadi blogger yang baik kita tak perlu setiap hari posting cukup sehari saja tapi postingan itu sangat berarti bagi pembacanya. Quotes ni qoutes ni. Oke that’s all. Makasih udah mampir. Keep in touch ya!

Senin dan Selasa, 10 dan 11 Juni

aku memang sengaja menggabungnya karena kemarin tidak sempat bercerita, oke kita mulai saja

Senin, 10 Juni
pagi-pagi aku di sms Okti kalau siang jam 2 mau ke Waroeng Steak sama dia sama Dananto, akhirnya setelah penantian panjang dan janji yang menggantung tidak jelas, aku senang Dananto memenuhi janjinya, tapi … siangnya Dananto sms kalau Okti mendadak sakit (kayak disengaja aja) yaudah deh ke WS di delay atau mungkin bisa aja di cancel … sebenernya aku juga nggak boleh keluar sih soalnya habis periksa kemarin, aku diberi 4 macem obat heeuuhh ….

Selasa, 11 Juni
aku kemarin lusa di sms Rista kalau ada TO online dan pendaftaran terakhir adalah kemarin, langsung aja deh aku daftar, trus hari ini jam 1 aku buka kok countdown nya 6 jam lagi, ahh sial komputerku ternyata pake timer GMT terus aku ubah deh ke jam Jakarta, lantas aku memulai ujiannya, tapi karena aku sambi download anime kimi ni todoke koneksinya jadi lemot banget waktu tiga jam sia-sia hanya buat nungguin connecting, ya udah deh selesai download pasti juga bisa, eh ternyata bisa tapi tinggal 90 menit lagi, mana yang aku kerjain baru TPA lagi, yaudah kayaknya aku gak capai yang aku targetin besok-besok kalau Try Out online kayak gini harus semua tab ditutup, no download

yaudah segitu aja, apa lagi yang harus diceritain, see ya