Ramalan

Sherly melihat butiran-butiran kohesi air di kaca jendela kamarnya. Di luar terlihat gerombolan tetes-tetes air hujan membasahi tanah di sekitar rumahnya. Wajah Sherly yang biasanya ceria kali ini agak tertekuk karena dia telah dibohongi oleh ramalan cuaca di aplikasi laptop-nya. Sejam yang lalu tertulis cuaca akan berawan dengan kemungkinan hujan 0% dan sempat membuat hatinya bahagia. Hujan yang tak disangka ini membatalkan pertemuannya dengan Reihan, kekasihnya setelah cukup lama mereka saling lost-contact dan long-distance relationship karena si cowok pulang ke Adelide untuk menjenguk ayahnya yang sakit.
Sherly sempat khawatir karena sudah 66 hari dia tak mendapat telfon ataupun pesan dari Reihan di media sosial pun dia tak dapat dihubungi. Pesan yang ia tulis di chat, wall dan twitter-nya seolah-olah tak digubris oleh si cowok yang telah berhubungan dengannya selama enam bulan itu. Sempat juga Sherly melihat ramalan zodiaknya yang mengharuskan dia merelakan cintanya di kolom asmara. Seminggu yang lalu ketika Sherly dan anak-anak Sastra Perancis berjalan-jalan di pasar malam dia mendatangi stand peramal dan mengejutkannya si peramal melihat bahwa hubungan cintanya akan memburuk dalam waktu dekat ini. Membayangkan itu Sherly semakin gelisah dan terus memikirkan Reihan.
Namun, kemarin sepulang dia dari negara kangguru itu akhirnya setelah penantian yang panjang tanpa kejelasan Reihan mengajaknya ketemuan di kafe favorit mereka berdua hari ini. Waktu yang telah mereka tetapkan bersama berdasarkan ramalan cuaca. Tapi apa? Kemarin yang mereka kira hari ini jam ini akan cerah ceria malah menjadi hujan dan mendung yang membuat burung pun urung meninggalkan sarangnya.
Sembari menunggu Tuhan menghentikan hujan-Nya Sherly termenung di depan layar monitornya sambil berpikir apa yang akan terjadi saat pertemuannya nanti dengan Reihan, apakah sesuai dengan ramalan yang didapatkannya? apakah Reihan akan memberikan kabar yang membuat ramalan itu benar dan mengakhiri hubungan mereka berdua? Atau ramalan itu hanyalah kata-kata yang tak perlu dipercaya sama seperti ramalan cuaca yang berubah-ubah? Sherly tidak tahu apa yang akan terjadi karena itu semua kehendak Sang Pencipta. Sherly pun menunduk dan berdo’a “Ya Tuhan berikanlah yang terbaik saat akku bertemu dengannya nanti. Jikalau itu kabar buruk berikanlah hamba-Mu ini kekuatan untuk menerimanya. Amin.” Sherly mengusap wajahnya dan tangannya pun basah oleh larutan garam yang keluar dari pelupuk matanya.

Menjadi Part Timer

081434110602Oke. Kali ini aku akan membahas soal part-time. Maklumlah karena aku sekarang lagi jadi part-timer di salah satu tempat di sekitar kampusku. Nggak tau part-timer? Part-timer itu kerja paruh waktu. Pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang di waktu senggangnya untuk mendapatkan uang dikarenakan di waktu lain seseorang tersebut mempunyai kesibukan lain seperti kuiah, belajar, dan sebagainya. Seseorang dapat dikatakan sebagai part-timer apabila dia bekerja di luar kesibukannya. Sebagai contoh aku nih, aku menyempatkan untuk bekerja di sela-sela jadwal kuliahku. Itulah yang disebut part-timer. Part-time hanya dapat dilakukan saat seseorang berada di waktu senggang dan tidak sedang berada dalam kesibukan utamanya. Jika dia bekerja di waktu kesibukannya itu sudah bukan part-time lagi namanya. Itu adalah kerja tetap. Banyak sekali tempat-tempat yang membutuhkan adanya part-time untuk membantu meringankan pekerjaan karyawan-karyawan tetap. Tugas part-timer umumnya Continue reading

Sebuah Awal

Oke s8762521-black-gold-button-green-orb-with-a-start-wordekarang kayaknya aku bakalan lebih sering posting di blog. Yah walaupun sepi pengunjung nggak apa-apa deh. Aku berterima kasih banget buat kamu-kamu yang udah nyempetin buka blog-ku ini meski dengan ketidaksengajaan. Nggak apa-apa. Oke back to the topic. Satu-satunya alasan kenapa aku memutuskan untuk istilahnya ‘menghidupkan’ kembali blog-ku yang sepi ini karena aku baru aja beli laptop baru. Eh nggak tahu denk ini namanya laptop apa notebook atau netbook. Whatever-lah yang penting intinya ini bisa digunakan buat internetan di kampus. Soalnya di hari-hari tertentu yaitu selasa ama kamis itu ada selang mata kuliah yang jaraknya dua jam. Ya karena aku orangnya ‘kayak gini’ tahu sendiri lah, makanya di jam-jam rawan itu aku tuh luntang-luntung nggak jelas nunggu jam kuliah mulai. Jadi di jam-jam itu aku sekaranng bisa mengisinya dengan salah satunya posting dengan laptop bermerk Toshiba ini dan windows 8 asli seharga tujuh ratus lima puluh ribu rupiah tanpa microsoft office (ealah tulung larang-larang ra ono office) kata mas-nya di toko tempat aku beli ini kalau mau install microsoft yang asli harganya mencapai one hundred united states dollars so mending aku cari yang crack aja. Duh kok jadi ngomongin ini sih. Pokoknya jika anda ‘tersesat’ disini jangan buru-buru untuk ditutup. Bacalah bentar dan maknai. Thank you and don’t forget to keep in touch with me. Oke. Oke. Bye bye.

To – mo – da – chi

Jika kau iri padaku maka kau salah. Justru malah aku yang iri padamu. Kejeniusan ini tidaklah penting. Yang lebih penting adalah… seorang … Seorang teman. Seseorang yang selalu meramaikan harimu. Seseorang yang selalu menjauhkanmu dari kesepian. Seseorang yang punya begitu banyak topik untuk dibicarakan. Dari sepakbola hingga konser artis idola. Kau itu lebih beruntung. Kau punya seseorang di sisimu. Yang selalu kau dapat jadikan tempat bercurah. Kau begitu mudahnya berteman. Siapa saja kau mau berkenalan. Tua. Muda. Pintar. Bodoh. Rupawan. Buruk rupa. Semuanya. Aku kerap melihatmu di kelilingi oleh mereka. Kau begitu senang dan menikmatinya. Dan aku iri. Aku yang tak punya seorang pun untuk ku ajak bicara. Aku yang merasa sendiri disini di dunia ini. Oke. Aku terlahirkan dengan kejeniusan tapi tidak dengan kepercayadirian. Aku selalu iri melihat orang-orang sekitarku. Berjalan di antara mereka yang punya seseorang untuk berbicara satu sama lain. Mereka begitu mudahnya mendapatkan seorang teman. Sedangkan aku. Aku hanya menjadi orang asing yang diabaikan. Aku sendiri hanya bisa melihat dan mendengar mereka. Tanpa ikut berbicara. Aku jadi bertanya-tanya. Apakah ini takdirku? Untuk sendirian selama aku tinggal di bumi ini. Apakah Tuhan telah menggantikan teman bagiku dengan kejeniusan ini? Kalau begini lebih baik aku tidak tahu apa-apa tapi aku dikelilingi oleh orang yang peduli padaku dan menganggap aku ada. Dan untuk menginkarinya aku malah sering berbicara dengan benda mati. Aku malah mencurahkan isi hati ini pada boneka, bantal, cermin, dan benda aneh lainnya. Aku juga sering berbicara pada sesuatu yang tak mengerti apa yang aku bicarakan. Kucing, lebah, bunga, pohon. Itu semua membuat orang-orang menjauhiku. Padahal aku hanya butuh seorang teman. Aku sangat senang jika satu orang saja bisa menyelamatkanku dari kesepian ini. Seseorang. Tolonglah aku. Seandainya kejeniusan ini dapat ditukar aku akan memberikannya pada siapapun yang mau memberiku seorang teman. Tak perlu yang aneh-aneh. Asal dia selalu ada untukku dan selalu mengerti apa yang aku rasakan. Bukannya teman yang lekang oleh waktu. Yang hanya membutuhkan kejeniusanku dan meninggalkanku saat dia tak butuh lagi. Teman macam apa itu? Itulah yang terjadi padaku. Saat orang-orang membutuhkanku aku membantu mereka dengan kejeniusan ini tetapi setelah mereka sukses dengan aku dibelakangnya. Memori denganku sudah terhapus. Dan aku dilupakan. Lagi. Untuk sekian kali. Dan ketika dia datang lagi. Bodohnya aku. Aku malah membantunya dan dia pergi lagi. Lagi. Lagi. Dan lagi. Terus berputar-putar seperti itu. Jadi kau jangan lagi iri pada kejeniusanku ini. Aku tak butuh ini. Aku hanya butuh itu tadi. Sesederhana itu. Apakah aku harus pandai berolahraga untuk mendapat teman? Apa aku harus tahu jadwal manggung suatu band untuk mendapat seorang teman? Apa aku harus tahu gosip terbaru untuk mendapat teman? Apa aku harus tahu semua atlet sepakbola untuk mendapat seorang teman? Apa aku harus mengerti otomotif untuk mendapat seorang teman? Apa aku harus punya produk tupperware terbaru untuk mendapat seorang teman? Apa aku harus terkenal untuk mendapat seorang teman? Apa aku harus menjadi orang lain untuk mendapat seorang teman? Apa aku … apa aku harus … apa aku … Aaarrghhh. Sesukar itukah? Dan akhirnya kuputuskan untuk mencurahkan isi ini yang hampir meledak pada blogku yang entah pernah dibuka oleh orang atau tidak. Siapa yang mau buka? Teman saja aku tidak punya. Aku terlalu bangga, ya? Ya sudahlah. Tetaplah menjadi postingan yang takkan diketahui oleh orang lain.

Menjadi Blogger yang Baik

penggal-postingan2-awalMungkin harus diperbaiki ya. Bukan Blogger tapi WordPresser secara ini kan WordPress tapi ini tetap blog terus apa dong namanya? Ah, sudahlah. Begitu kalo kata Babe. Itu lhoh pemenang SUCI season 3. SUCI. SUCI. Stand Up Comedy Indonesia. Yang season 3 kan yang menang Babe dari Medan. Juara duanya Viko yang pura-pura bego itu lhoh. Lhoh kok jadi nyimpang gini sih.

Oke. Kalian punya akun blog? Apa saja deh! Dan kalian suka posting, comment, reblog, feedback gitu nggak? Kalo iya Itu berarti kalian seorang blogger. Itu lhoh orang yang kerjanya update postingan di blog. Tau nggak sih kalo situs blog seseorang dipengaruhi oleh bloggernya? <– majas retoris. Seorang blogger perlu menjadi seorang blogger yang baik agar blog-nya banyak dikunjungi oleh visitor.

Agar menjadi seorang blogger yang baik kalian tidak perlu yang namanya update postingan setiap hari. Malah kayak situs berita aja. Pasalnya aku sendiri pernah berkomitmen untuk publish postingan setiap hari. Yah sekalipun cuman nyeritain keseharianku aja tapi ternyata hanya bertahan sepuluh hari aja. Setelah itu. Zonkkk. Ini dia beberapa alasan kenapa kalian disarankan untuk tidak posting setiap hari (syarat berlaku untuk blogger-blogger yang kayak aku):

1. Bahan buat posting
Biasanya biar kalian bisa posting setiap hari. Kalian dituntut untuk mempunyai bahan posting. Yang berbeda. Dan itu setiap hari. Ini malah akan bikin kalian capek sendiri. Copas sini copas sana tanpa kasih sumber. Atau malah memaksa kalian untuk memposting keseharian kalian. Boleh sih kalo kalian ngerasa itu bisa bikin viewer tertarik untuk terus mengikuti blog kalian tapi buat orang yang nggak populer dan kesehariannya cuman bangun kuliah posting tidur bangun lagi kayak aku ini. Mana ada menarik-menariknya.

2. Sarana untuk posting
Maaf ya. Ini buat kalian yang pengen posting setiap hari tapi postingnya di warnet. Ini kan malah akan bikin susah kalian sendiri. Udah setiap hari bolak balik ke warnet ngabisin uang pula. Solusinya kalian catet dulu apa yang ingin di posting terus ntar sebulan sekali tinggal ke warnet terus posting. Tapi kalo 30 hari berarti 30 posting. Sama aja lama ngetiknya. Yaudah seminggu sekali aja. Masih nggak bisa? Solusi terakhir pinjem kompi tetangga atau temen buat ketik-ketik terus tinggal upload di warnet. Tapi harus punya flashdisk ya. Hari gini nggak punya flashdisk? Hape aja punya. Touchscreen lagi.

3. Kecepatan akses internet
Nah, ini yang suka posting pake PC atau laptop yang pake modem. Nggak jarang lhoh akses internetnya lemoott banget sampe pengen banting laptopnya padahal kan saya benci lelet. Ish. Ish. Kalo udah gini kan percuma kalo kita udah buat postingan yang bagus tapi terkendala karena kelemotan internet dan memaksa kita ke warnet padahal kita punya modem. Buang-buang duit.

4. Kemauan
Kemauan ya bukan kemaluan. Sama aja kalo kita udah ada bahan buat posting, punya laptop sendiri dan akses internetnya cepet tapi kita lagi badmood buat posting. Mending nggak usah berniat posting tiap hari. Solusinya simpen dulu aja postingannya ntar kalo mood-nya balik update deh.

Nah, itu dia yang bikin aku nyerah buat posting tiap hari. Ada-ada saja barriernya. Dari situ aku dapet kesimpulan. Untuk menjadi blogger yang baik kita tak perlu setiap hari posting cukup sehari saja tapi postingan itu sangat berarti bagi pembacanya. Quotes ni qoutes ni. Oke that’s all. Makasih udah mampir. Keep in touch ya!

Senin dan Selasa, 10 dan 11 Juni

aku memang sengaja menggabungnya karena kemarin tidak sempat bercerita, oke kita mulai saja

Senin, 10 Juni
pagi-pagi aku di sms Okti kalau siang jam 2 mau ke Waroeng Steak sama dia sama Dananto, akhirnya setelah penantian panjang dan janji yang menggantung tidak jelas, aku senang Dananto memenuhi janjinya, tapi … siangnya Dananto sms kalau Okti mendadak sakit (kayak disengaja aja) yaudah deh ke WS di delay atau mungkin bisa aja di cancel … sebenernya aku juga nggak boleh keluar sih soalnya habis periksa kemarin, aku diberi 4 macem obat heeuuhh ….

Selasa, 11 Juni
aku kemarin lusa di sms Rista kalau ada TO online dan pendaftaran terakhir adalah kemarin, langsung aja deh aku daftar, trus hari ini jam 1 aku buka kok countdown nya 6 jam lagi, ahh sial komputerku ternyata pake timer GMT terus aku ubah deh ke jam Jakarta, lantas aku memulai ujiannya, tapi karena aku sambi download anime kimi ni todoke koneksinya jadi lemot banget waktu tiga jam sia-sia hanya buat nungguin connecting, ya udah deh selesai download pasti juga bisa, eh ternyata bisa tapi tinggal 90 menit lagi, mana yang aku kerjain baru TPA lagi, yaudah kayaknya aku gak capai yang aku targetin besok-besok kalau Try Out online kayak gini harus semua tab ditutup, no download

yaudah segitu aja, apa lagi yang harus diceritain, see ya

Sabtu, 8 Juni

hari ini aku berangkat sekolah loh, tapi gak ketemu Dananto 😦 kata Okti hari ini dia sepedaan, kenapa gak ajak aku sih, tapi jangan denk kalau Dananto sepedaan berarti dia sama temen-temennya, kembali ke topik, hari ini aku emang masuk ke sekolah dengan tujuan untuk cap tiga jari buku induk sama ambil berkas yang belum ada waktu purnasiswa kemarin. habis itu disana aku cuma dengerin gosipan cewek-cewek ia 2 mana dibilang jempong lagi sama si Jempong (Ninda anak ia 1 yang suka jempong) gara-gara nunggu pak Ridwan (wali kelas saya guru seni rupa) yang lagi pengajian Isra’ Mi’raj di bangsal wiyata mandala, yaudah deh kutinggal sms-an sama Ari sambil mendengar celoteh calon anak-anak mahasiswa

disaat kejemponganku tadi, Kowol (nama asli Ridwan tapi sering dipanggil kayak gitu, anak ia 3) dia tanya dimana Bu Ida (wali kelas ia 3, guru matematika) karena aku tadi liat beliau keluar dari TU terus aku bilang yang aku tahu, Kowol terlanjur percaya terus dia nyari lagi, ehh ngak nyampek 30 menit ternyata Bu Ida keluar dari TU, haaahh, terus yang tadi keluar TU siapa? tak berapa lama aku melihat Kowol pergi keluar, maap ya Wol, peace ….

setelah menunggu agak lama akhirnya aku bertemu pak Ridwan beliau bilang untuk mengambil raport di mejanya, yaudah aku, OKti, dan Ayu (temen sekelas yang paling subur) pergi ke ruang guru, maklum lah aku baru sakit, waktu dijalan aku batuk-batuk sampe semua orang liat aku, trus waktu di ruang guru dahakku keluar lagi duh dibuang dimana nih? terpaksa aku masuk ke kamar mandi guru terus membuang dahakku di closet, uh leganya,…. apa? disiram kok disiram

udah dirumah tapi lupa kalo tadi mau liat jadwal film di koran sekolah, mau liat film cinta dalam kardus, eh ternyata setelah aku browsing tayangnya tanggal 13, bffttt, kayaknya itu tanggal 6 Juni deh di TV, apa salah liat ya, aku jadi php Ari, maap ya Ari, tadi aku juga sempet marahan sama Dananto, habis dia php katanya mau traktir kalo dapet undangan, tapi mesti nunda-nunda, alasannya Mar’atus sama Okti gimana? kalo gak mau traktir mending gak usah janji deh 😡

tadi sore aku disuruh ibuk buat nganter nenek ke bibi di Pelemsewu aku bilang “Nek, tunggu aku sholat dulu ya?” eh waktu aku selesai sholat udah gak ada orangnya, mungkin berangkat sendiri pake sepeda, tapi sepedanya di rumah, sampai sore belum pulang, orang rumah ngira nenek ke rumah bibi jalan, akhirnya bapak nyariin, eh setelah gak berapa lama nenek muncul dia bilang ke sana naik becak, waktu ditanyain dia jawab, “aku berangkat dulu, siapa tahu ntar disusul” ih si nenek ngarep banget aku susul, akhirnya ibuk marah-marah sama nenek

yaudah kiranya ini saja aku mau lanjutin dengerin kataomoi fighter dulu sama ironna katachi bagus lagunya, meski gak tahu bahasanya sama lanjutin download school rumble season 2, ja neeee, oyasumi

Jum’at, 7 Juni

maap yah, berhubung koneksi ke internet lemotnya minta ampun (padahal udah pake smartfren … hupft) jadi aku akan bercerita kemarin pada hari ini

kemarin aku cukup berbangga karena aku tidur jam 12-an dan bangun jam setengah enam-an jadi aku bisa sholat shubuh (tetep aja udah telat -_-) tapi habis itu tepar lagi (jiaaaahhh…) tapi kayaknya kebanggaan itu segera berakhir karena hari ini aku nobatkan sebagai hari kesialanku kenapa?

pertama, aku maen Squirrel gak jadi shaman udah gitu shamannya guoblokk banget udah map-nya aja gampang tapi dia mempersulit, trus aku sekolah agar bisa jadi shaman awalnya agak mudah terus pada pelajaran 17 waktu pake magic invisible, masa udah invisible tetep aja mati udah gitu kan biasanya canonball ini malah pake senjata yang buat di battle, jadi gak bisa-bisa, hhhhhh aku udah ulang-ulang sampe jariku pegel maenin keyboard akhirnya aku menyerah dan melanjutkan permainan, saat aku maen kesialan pun masih berlanjut aku mati melulu dan dengan cara yang begitu konyol, yaudah aku suruh adek buat lanjutin, aku udah frustasi sampe keyboard hampir aku banting, eehhh ternyata waktu adekku maen dia nyekolahin aku dan waktu pelajaran masa mbalik ke biasa, uwaaaaa ini bener-bener hari kesialanku tapi setelah itu aku bisa jadi shaman … dan kesialan masih berlanjut

kedua hari ini aku diundang buat ikut pembentukan panitia romadhon, tapi si pengundangnya aneh masa ngasih undangannya jam sembilan malem udah gitu ngasihnya ke tetangga aku dan gobloknya tetangga aku dia nggak ngasih ke aku undangannya, aku tau itu aja dari ibukku, sebenarnya aku agak gimana gitu kalo aku ikut kayak begituan, aku punya masalah dalam berkumpul dengan orang-orang yang nggak aku kenal (padahal cuma se-RW), walaupun disana aku hanya diam dan mendengarkan tetapi aku merasa tidak ada disana, makanya aku berharap Dananto jadi tetangga aku, so aku bisa ngampirin dia, ya paling tidak ada temen yang deket gitu mau ngampirin aku tapi di kampungku sepertinya tidak ada, tak ada yang mau tomodachi o tsukuru sama aku, males rasanya kalo berangkat sendirian udah gitu ntar disana njempong nggak ada yang bisa diajak bicara, yah akhirnya aku nggak berangkat meski dimarahin sama ibuk, dengan alasan undangannya gak resmi

yaudah sekian untuk Jum’at yang satu ini, ntar tunggu aja selanjutnya, ja ne

Kamis, 6 Juni

Pagi ini, sekitar pukul 1 pagi, beberapa jam setelah aku posting 5 Juni, setelah aku cuci piring, Komang (anak ia3 yang selalu tertawa entah suasana senang sedih atau khidmat) menanyakan lewat chat FB “kau tau fakultas teknik?” | “tentu saja, ada di sebelah utara rumah sakit” jawabku, kemudian dia bertanya padaku, masa depan apa yang aku pilih, aku jawab sejujurnya, untuk apa berbohong? ilkom,pendmat,agronom, dia bertanya lagi apa aku tak ambil teknik? dia begitu yakin kalau aku bisa masuk teknik karena dia pikir sbm ini bejo-bejoan, dengan beberapa penghargaan (NB: aku masih tersinggung soal Yudha [anak ia 3, salah satu yang sempat aku idolakan 😮 tapi sekarang mulai memudar sepertinya] update status tentang “saya tidak datang untuk penghargaan” lagipula siapa yang mau penghargaan aku cuma ingin membuat orang yang menyayangiku bahagia itu saja apa itu salah?) lanjut … pemghargaan, yang aku terima saat purnasiswa dia begitu yakin kalau aku bisa, tapi mau bagaimana lagi? the rice is become porridge and no chance to make it tastier with some flavor, pembayaran udah ditutup dan aku yakin aku tak dapat mengubah lagi, kan? aku harus mantap dengan pilihaknu, toh ini masa depan?

tadi pagi juga sempat berbincang dengan Putri (panggilannya cik Guk, ladyrose = penggila SID aku juga agak suka musik rock gara-gara dia XP) aku menanyakan tentang kekasih Mia (teman sekelas SMP-nya sekarang dia SMK 7), sepertinya aku pernah melihatnya dan ternyata benar, itu Ade (pernah sekelas denganku waktu jamannya acak kelas SMP, sekarang di Stemsa, kata cikguk), I think many things change now, is it right?, aku juga tanya-tanya soal sbm, cikguk dapet tempat ujian di fakultas ekonomi tapi setelah aku tanya milih jurusan apa? dia mendadak offline, kenapa yaa?

habis itu tidur jam setengah 2 setelah liat itazura na kiss, uwwaaaa XD besok, eh nanti malem selesai, udah nyampek klimaks nih

entah aku mimpi apa tapi aku bangun jam 8 udah disuruh bantuin bapak benerin genteng bocor di rumah nenek, yaudah deh setelah sholat (woyyy jam segini sholat apaaa??? udah masuk dhuha) aku bantuin bapak, ternyata cuma suruh jadi penyangga, heh bentukan-bentukan tiang gini terus suruh jadi penyangga, bapak juga aneh masak benerin atap bocor caranya pake banner bergambar … entah bener entah bukan aku asal terka maap ya yang merasa tersinggung banner bergambar Yesus ditempelin dibawah atap terus nempelinnya pake staples, eiittss bukan staples yang di fotocopy-an tapi staples yang buat nempelin kalo ada pengumuman, di spongebob episode waktu ol’reliable ilang itu lho, pliss pliss tau yak, aku jelasin sampe barkali-kali ke adek sama ibuk cuma adek yang tau kegunaannya soalnya suka nonton

ya, begitulah ku biarkan bapak berekspresi dengan berdiam memegangi penyangga, sejenak aku berpikir, apakah jika aku punya anak besok dia akan membantuku? apakah dia akan bangga mempunyai ayah sepertiku? apakah dia bisa membanggakanku lebih dari yang bisa aku banggakan pada bapak sama ibukku saat ini? aku bersyukur (yokatta) mempunyai bapak yang kerja keras dan menyayangi ibunya dalam artian nenekku yang ga kayak aku dikit-dikit tidur dikit-dikit liat anime, aku ingin suatu hari nanti anakku bisa bilang aku beruntung punya ayah yang tak bisa ku temukan duplikatnya di dunia ini, setidaknya itulah yang tak akan bisa kukatakan pada bapakku atau ibukku, aku hanya diam dan menunggu perintah dari bapak

akhirnya selesai juga jadi buffer (wuss yang UN kimianya 10.00), aku disuruh makan, pagi menjelang siang ini aku menyantap nasi dengan mentega, sambal, dan mendoan, tau kan mendoan kalo gak tau tanya ibuk … yokatta setidaknya pusingku berkurang tapi dahak dan ingus keluar tak tau waktu (efek samping), trus jam duaan liat film Love di kompas TV karena aku cuma liat potongannya aja aku berniat mau download aja, terus liat itazura na kiss udah mau final … gara-gara itu aku gak jadi liat George, liat denk tapi cuma tinggal klepretan, baru nyalain TV 5 menit udah bubar, ganti Mr. Bean, because kompi dipake adek, kuputusin untuk bobo manis, dan aku terbangun aku tanya adek udah jam berapa? | jam tujuh kurang | haaaah aku lalu liat jam ternyata baru jam enam lebih heeeh dasar, kayaknya dia kerjain aku

yaah kayaknya ini dua kalinya aku nggak mandi sore, habis sholat rasanya dingin mau mandi, ini udah baikan takutnya kalo mandi ntar kumat lagi pileknya, beuuuhh, kayaknya konsep mandi orang lain yang dua kali sehari berbeda denganku yang dua hari sekali , yaudah let’s get dinner, waktu aku ambil piring bapak menatapku dengan sinis, aku membiarkannya dan langsung pergi ke magic com, lalu bapak teriak ke adek “tolong beliin nasi”, hiyaaa waktu aku buka magic com-nya, hanya ada kehampaan dan kekosongan

akhirnya selesai menyantap tumis kacang panjang, tempe bacam, dan kerupuk, saatnya membuang, oh iya aku belum sempat minum obat, aku pake cara kemarin, ambil gelas trus bagi obatnya jadi dua, kali ini obatnya benar-benar jadi dua bagian yang hampir sama, so karena aku takut gagal aku berencana untuk membagi obat itu jadi dua lagi, tapi karena saking kecilnya dan jariku udah merah aku putuskan untuk memotongnya pake gunting, akhirnya bisa juga, aku minum obat sejenis aja empat gelas air, gimana kalo 5 jenis jal, kali ini aku bener-bener pengen buang air, leganya …

kali ini aku memang sengaja sholat Isya jam 8 (biasanya diatas jam 9) karena mau liat How Earth Made Us di kompas TV, ehh waktu mau sholat adek malah setel school rumble, harus naik deh sholat di lantai dua, gapapa demi How Earth Made Us, kali ini elemen apa ya? setelah selesai sholat, angkat jemuran, terus turun nyalain TV, heeeehhh gak ada acaranya diganti Indian Ocean gak jelas, menyebalkan … yaudah deh aku ambil alih komputernya finalin itazura na kiss sama mulai school rumble season 2 sambil nunggu download-an yang episode duanya yang hingga aku nulis ini belum kelar

sebenernya sebelum aku nulis ini aku liat cerpen Tika (temen sekelas yang baru pulang dari Umroh) yang nyritain tentang orang yang kecelakaan sebelum meminta jawaban, dilihat dari struktur katanya kayaknya co-past deh terlalu berat bahasanya kalo Tika yang buat (hus .. hus… UN bahasa aja dapet tujuh, nggak pantes buat ngritik), aku sempat bilang (ga janji lhoh) mau bikin cerpen ke Tika buat ngomong rahasiaku tentang orang yang dikaguminya, entah kenapa Tika selalu menghantui dengan kata ‘tell me the secret’, mungkin itu judul yang cocok buat cerpennya nanti

ditengah-tengah nulis ini oka-san (ibuk) gangguin dengan memintaku untuk memperlihatkan jadwal pendaftaran smp, maklumlah adek lulus kelas 6 sama minta diliatin nilai-nilai anak yang masuk smk tahun kemarin, heh apakah dia ingin bikin aku menyesal masuk sma, lagipula udah tiga tahun kan? aku juga udah mau masuk university, aku harus menjadi lebih baik daripada kalo aku masuk smk, ganbatte

gangguan lain juga datang, orang tak dikenal chat FB, dia cari temen yang ol sampe malam dan ketika aku kasi tau alasanku kalau aku downliad anime dia langsung off, pesanku dilihat saja tidak, kenapa? apa yang salah dengan anime? apa yang salah denganku? kupikir kita bisa Tomodachi o tsukuru .. ternyata PHP lagipula dia anak smp yang mau masuk senior (kelas tiga, buat yang suka nonton anime pasti tau) sedangkan aku anak sma yang baru aja meninggalkan jabatan sebagai senior … tapi Tomodachi o tsukuru itu nggak ada batasan umur kan?

well semoga besok aku udah sembuh soalnya mau berngkat ke sekolah buat ngurusin berkas-berkas sama Okti (masi inget ya, suka nawarin bantuan, temen sekelas), yaudah udah jam 23.50 ntar malah jadi tanggal 7 lagi, ja ne, oyasumi