Iri atau Dengki

Perasaan dimana kita ingin menyamai atau bahkan melebihi seseorang. Iri dapat terjadi karena ada seseorang yang kebih baik dari kita tetapi kita tidak menerima kelebihan yang dimiliki orang tersebut. Apabila dibiarkan begitu saja iri akan membuat kita menjadi seseorang yang istilahnya ‘pinginan’. Misalnya kita melihat orang mahir apa terus kita ingin juga, kita melihat orang punya apa terus kita ikut-ikutan beli. Kalau seperti itu lama-lama kita bisa jadi ‘follower’ yang kerjanya iri terus, tidak puas dengan apa yang dimilikinya meskipun itu suatu kelebihan yang baik. Sepanjang sejarah para ilmuwan belum dapat menemukan apa manfaat iri karena memang iri dalam artian negative tidak bermanfaat bagi kita malah dapat membuat kita mendapat dosa. Bolehlah kita iri tetapi jangan sampai berlebihan atau mungkin malah kita bisa menjaga hati kita agar rasa iri tersebut tidak muncul.

Namun, jangan berprasangka buruk terhadap iri karena Tuhan menciptakan dunia ini dengan keseimbangan ada positif dan ada negative seperti halnya iri. Iri dapat juga bersifat positif malahan sifat iri yang satu ini dapat membuat kita termotivasi. Misalnya seorang anak yang kurang memiliki keahlian di bidang menggambar dan dia melihat gambar temannya yang bagus kemudian dia iri. Si anak ini juga ingin gambarnya bagus seperti temannya, akhirnya dia belajar menggambar terus dan akhirnya dia pandai menggambar. Rasa iri yang muncul dalam hati anak tersebut membuat dia termotivasi agar dia bisa menyamai temannya.

Kalau boleh jujur saya sendiri juga orangnya iri baik dalam positif maupun negative. Saya punya teman yang memiliki keahlian dalam bidang olahraga sedangkan saya sendiri lari seratus meter pun cepat lelah. Teman saya ini sangat menguasai dalam bidang atletik entah itu lari, lompat, lempar atau yang lainnya. Saya sempat merasa iri pada awalnya, saya merasa ingin ya minimal bias lah menyamai teman saya itu. Namun apa daya, kemalasan menguasai saya untuk bisa berlatih dan berusaha. Akibatnya hingga saat ini saya masih ada partikel-partikel di dalam hati saya untuk bisa seperti teman saya yang juga pintar membuat lelucon itu.

Semua itu hanyalah sepenggal cerita, cerita lain yang berisi tentang keirian saya terdapat teman saya itu adalah seperti ini (dia tuh kalo apdet status mesti yang nge-like banyak sedangkan guwe satu aja udah sujud-sujud, dia kalo mbadut atau ngelucu yang ketawa banyak sedangkan guwe mbadut yang garing dan krenyes-krenyes yang ketawa cuma satu itupun karena dia kasihan ma guwe atau ketawanya dibuat-buat yang bikin guwe sakit ati), tetapi dibalik semua itu dia juga punya kekurangan, dia selalumengandalkan saya disaat dia tidak bisa mengerjakan sesuatu, semisal ulangan atau apalah itu.

Jadi dapat disimpulkan bahwa boleh-boleh aja punya rasa iri asalkan tidak terlalu berlebihan kalau bisa punya rasa iri yang positif yang dapat membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik. Semua orang di dunia ini tidak ada yang sempurna, mereka memiliki kemajuan pada suatu bidang tetapi pada bidang lain dia memiliki kelemahan. Sebaiknya sebelum kita iri hati pada seseorang dalam artian negative lebih baik kita cermati dahulu, kemungkinan orang yang kita iri-ni tersebut mempunyai kelemahan di bidang yang bahkan kita mahir dalam bidang itu. Intinya di dunia ini kita harus saling melengkapi, apabila ada yang mengalami kesulitan di suatu bidang maka orang lain yang memiliki keahlian dalam bidang tersebut datang membantu kita mengajarkan kepada kita bidang yang kita mempunyai kekurangan padanya. Sebaliknya apabila kita mahir dalam suatu bidang dan pada suatu kesempatan yang tidak kita duga-duga kita harus rela mengajarinya dengan segala keikhlasan yang ada. Kita ajari dia hingga dia tidak lagi mempunyai kelemahan di bidang itu. Bukankah jika kita mengakari seseorang ada hikmah tersembunyi yang dapat kita temukan di dalamnya. Sekian.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s