Bangun – Bangun

Hari ini waktunya Henny si ayam pertama kali berangkat ke sekolah. Saat malam hari ia sibuk mempersiapkan tas, buku, alat tulis, dan yang lainnya.

“Selamat malam Henny semoga mimpi indah.” pesan ibunya.

Dia lalu berdo’a dan tidur. Keesokan harinya Henny bangun lebih pagi dari biasanya. Ia dibangunkan oleh kokokan ayahnya. Dia lalu pergi ke kamar mandi untuk mandi dengan pasir. Setelah selesai memakai seragam yang rapi, ibu Henny menyuruhnya untuk sarapan terlebih dahulu. Karena terlalu bersemangat, ia melewatkan sarapannya dan lupa membawa bekal. Di depan rumah ia menunggu bus sekolah. Saat ibu Henny mengantarkan bekal untuknya, bus sekolah itu sudah pergi. Ibu Henny ingin mengantarkan bekal itu naik sepeda tetapi ia harus mengurus adik-adik Henny yang masih bayi. Saat pelajaran di sekolah Henny tampak lesu dan pucat. Saat istirahat dia langsung membuka tasnya dan mencari bekal yang tidak ia bawa karena takut ketinggalan bus.

“Oh, ya. Aku kan bisa pergi ke kantin.” pikirnya.

Tapi di tengah perjalanan, ia bertemu dengan si kucing teman barunya.

“Kalau mau ke kantin, tutup. Yang jualan baru sakit.” jelasnya.

Dia semakin khawatir. Lalu ada seseorang memanggilnya.

“Henny, Henny, Henny.”

Lalu tersadar ibunya membangunkannya. Ternyata ia hanya bermimpi. Dan dengan mimpi itu ia tidak akan ceroboh lagi. Lalu ia segera mandi dan memakai seragam. Dan tidak lupa dengan sarapannya.

“Henny kau bisa ketinggalan bus.” kata ibunya.

“Tak apalah, Bu. Aku kan bisa berjalan kaki. Lagipula jaraknya cukup dekat. Oh, ya. Mana jagung gorengku, Bu ?” tanya Henny.

“Ini hati-hati di jalan ya !” perintah ibunya.

“OK ! Bu.” jawab Henny.

Di dalam bus ia berkenalan dengan teman-temannya. Ada kucing, anjing, tupai, dan lainnya. Mereka semua baik. Setelah turun dari bus, mereka masuk ke kelas dan memberi salam pada guru mereka. Mereka belajar sampai bel istirahat berbunyi. Lalu mereka makan bersama. Mereka makan dengan bekal mereka sendiri-sendiri. Tapi, si kucing teman baru Henny tidak membawa bekal dan kantin hari ini tutup, karena yang  jualan sedang sakit. Henny merasa kasihan dengannya. Jadi, ia memberi sebagian bekalnya kepada teman barunya itu. Dan sejak saat itu mereka bersahabat sampai sekarang. Yaitu Henny dan Ketty.

TAMAT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s