Cinta Kebudayaan Daerah

merak danceKesenian dan kebudayaan merupakan dua bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Dari nilai budaya itulah karakter bangsa akan terlihat. Maka dari itu di hari-hari tertentu sering diadakan lomba seperti : lomba kesenian tradisional, lomba busana batik, lomba menyanyikan lagu daerah, dan yang lainnya. Lomba kesenian tradisional seperti menari kebudayaan, misalnya : Tari Bondan, Tari Serial Ramayana, Tari Gambir Anom, dan tari-tari yang lainnya. Pada tanggal 17 Agustus 2010 akan diadakan lomba tari tradisional dan busana jawa di desa Ambarkismo. Salah satu anak di desa Ambarkismo itu yang bernama Lina ingin ikut lomba tari tradisional Yogyakarta. Dia pun meminta orang tuanya untuk mengajarinya Tari Merak bersama teman-temannya. Lina mengajak keempat temannya yaitu Lisa, Ani, Keisha, dan Lala. Pada saat pertunjukkan, mereka sangat senang karena sudah bisa tampil.

Adapun desa yang mengadakan lomba,seperti menyanyikan lagu daerah, menggambar rumah adat daerah, menari tarian daerah dan yang lainnya. Yaitu di desa Krismonodiharjo, di desa Krismonodiharjo itu hanya beberapa mengikuti lomba. Kebanyakan yang mengikuti lomba adalah anak-anak. Di desa Krismonodiharjo itu pun juga hanya sedikit anak-anak yang mengikuti lomba. Adi adalah salah satu anak yang mengikuti lomba menggambar rumah adat daerah. Teman-temannya pun juga ada yang ikut lomba menggambar rumah adat daerah.Diantarannya ada Dimas, Ilham, dan Ibnu. Saat Adi belajar menggambar, Adi bingung untuk menggambar rumah adat daerah mana. Setelah berpikir lama Adi pun mendapat ide, karena desa Krismonodiharjo terletak di kota Bantul, Adi pun memutuskan untuk menggambar rumah Joglo dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Saat lomba Adi pun siap untuk menggambar rumah adat Yogyakarta. Setelah para juri menilai, Adi mendapat juara ke-tiga. Ada juga desa yang mengadakan lomba Cerdas Cermat Anak (Cinta Kebudayaan Daerah). Yaitu di desa Ambarkusamo di provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Sukumono. Desa itu lumayan luas dan banyak anak-anak yang ikut lomba Cerdas Cermat Anak (Cinta Kebudayaan Daerah). Salah satunya adalah Ridwan.Ridwan adalah anak yang mencintai kebudayaan Indonesia. Ridwan tidak sendirian, dia mengajak empat temanya yaitu; Lita, Andri, Arif, dan Kumala. Ridwan ingin mendaftarkan kelompoknya secepatnya sebelum tempat pendaftarannya tutup. Tetapi tempat pendaftarannya ada di seberang sungai Krismono. Ridwan dan teman-temannya pun harus berjalan jauh ke jembatan Kulokenalin. Sesudah tiba disana jembatan itu sangat ramai dan lebarnya pun hanya dua meter saja. Kelompok Ridwan pun terlambat untuk mendaftar, untung waktunya masih lima belas menit, dan juga masih ada dua kelompok yang ingin mendaftar lomba. Setelah mendaftar Ridwa dan teman-temannya pun pulang kerumah. Setelah sampai di tempat lomba ternyata ada enam kelompok yang ikut lomba. Di dalam lomba hanya empat babak saja yang harus di lewati. Dibabak pertama kelompok Ridwan mendapat tujuh poin, dibabak kedua mendapat lima poin, dan dibabak ketiga mendapat Sembilan poin, dan dibabak keenpat atau babak terakhir mendapat tujuh poin, dan jumlah semuanya adalah dua puluh delapan poin. Dan juara pertama adalah kelompok Febrian dengan score tiga puluh, juara kedua diraih oleh kelompok Ridwan dengan score dua puluh delapan, dan juara ketiga oleh kelompok Tranias dengan score dua puluh dua. Ridawan sangat senang sekali karena sudah mendapat juara kedua. Dan juga ada desa yang mengadakan lomba TTS atau Teka-Teki Silang daerah. Yaitu di desa Sarikumala. Salah satu anak yang bernama Ali, Ali bersama dua temannya yaitu; Tigor dan Debi. Mereka ingin mendaftarkan kelompoknya tetapi setelah sampai di sana tempat pendaftaran itu sangat ramai, daripada berdesak-desakan Ali memutuskan untuk menunggu sampai suasana di tempat pendaftaran itu sepi. Setelah mendaftar mereka pun langsung belajar bersama dengan sungguh-sungguh. Mereka belajar apa yang sudah dipelajari di sekolah, mulai dari IPS, PKn, IPA, Matematika, dan yang lainnya. Saat lomba akan dimulai semua kelompok diberi tahu dahulu. Ada lima kelompok yang hadir dalam lomba, dilomba ini ada empat babak yaitu; satu babak urut, dua babak mengisi, tiga babak rebutan, dan empat babak penentuan siapa yang menang dan siapa yang kalah. Setelah juri manentukan hasil yang mendapat juara pertama adalah kelompok Ali dengan score tiga puluh dua, juara kedua kelompok Laili dengan score dua puluh Sembilan. Ali dan teman-temannya sangat senang karena sudah menang lomba. Di desa yang sama atau desa Sarikumala juga diadakan lomba menyanyikan lagu daerah seperti; Soleram, Pitik Tukung, Ampar-ampar pisang, Cik-cik periok, Apuse, Kicir-kicir, Jali-jali, Bubuy Bulan, Suwe ora jamu, Ilir-ilir, Angin Mamiri, dan masih banyak lagi lagu-lagu daerah yang lainnya. Banyak anak-anak atau anak dewasa yang ikut lomba menyanyikan lagu daerah, Salah satunya adalah Anisa. Anisa sudah mendaftarkan dirinya dan ingin menyanyikan lagu Ilir-ilir dari Jawa Tengah. Saat berlatih Anisa melihat-lihat buku kumpulan lagu-lagu daerah yang dibelinya dibazar seharga Rp 2.000,00.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s