Menjadi Blogger yang Baik

penggal-postingan2-awalMungkin harus diperbaiki ya. Bukan Blogger tapi WordPresser secara ini kan WordPress tapi ini tetap blog terus apa dong namanya? Ah, sudahlah. Begitu kalo kata Babe. Itu lhoh pemenang SUCI season 3. SUCI. SUCI. Stand Up Comedy Indonesia. Yang season 3 kan yang menang Babe dari Medan. Juara duanya Viko yang pura-pura bego itu lhoh. Lhoh kok jadi nyimpang gini sih.

Oke. Kalian punya akun blog? Apa saja deh! Dan kalian suka posting, comment, reblog, feedback gitu nggak? Kalo iya Itu berarti kalian seorang blogger. Itu lhoh orang yang kerjanya update postingan di blog. Tau nggak sih kalo situs blog seseorang dipengaruhi oleh bloggernya? <– majas retoris. Seorang blogger perlu menjadi seorang blogger yang baik agar blog-nya banyak dikunjungi oleh visitor.

Agar menjadi seorang blogger yang baik kalian tidak perlu yang namanya update postingan setiap hari. Malah kayak situs berita aja. Pasalnya aku sendiri pernah berkomitmen untuk publish postingan setiap hari. Yah sekalipun cuman nyeritain keseharianku aja tapi ternyata hanya bertahan sepuluh hari aja. Setelah itu. Zonkkk. Ini dia beberapa alasan kenapa kalian disarankan untuk tidak posting setiap hari (syarat berlaku untuk blogger-blogger yang kayak aku):

1. Bahan buat posting
Biasanya biar kalian bisa posting setiap hari. Kalian dituntut untuk mempunyai bahan posting. Yang berbeda. Dan itu setiap hari. Ini malah akan bikin kalian capek sendiri. Copas sini copas sana tanpa kasih sumber. Atau malah memaksa kalian untuk memposting keseharian kalian. Boleh sih kalo kalian ngerasa itu bisa bikin viewer tertarik untuk terus mengikuti blog kalian tapi buat orang yang nggak populer dan kesehariannya cuman bangun kuliah posting tidur bangun lagi kayak aku ini. Mana ada menarik-menariknya.

2. Sarana untuk posting
Maaf ya. Ini buat kalian yang pengen posting setiap hari tapi postingnya di warnet. Ini kan malah akan bikin susah kalian sendiri. Udah setiap hari bolak balik ke warnet ngabisin uang pula. Solusinya kalian catet dulu apa yang ingin di posting terus ntar sebulan sekali tinggal ke warnet terus posting. Tapi kalo 30 hari berarti 30 posting. Sama aja lama ngetiknya. Yaudah seminggu sekali aja. Masih nggak bisa? Solusi terakhir pinjem kompi tetangga atau temen buat ketik-ketik terus tinggal upload di warnet. Tapi harus punya flashdisk ya. Hari gini nggak punya flashdisk? Hape aja punya. Touchscreen lagi.

3. Kecepatan akses internet
Nah, ini yang suka posting pake PC atau laptop yang pake modem. Nggak jarang lhoh akses internetnya lemoott banget sampe pengen banting laptopnya padahal kan saya benci lelet. Ish. Ish. Kalo udah gini kan percuma kalo kita udah buat postingan yang bagus tapi terkendala karena kelemotan internet dan memaksa kita ke warnet padahal kita punya modem. Buang-buang duit.

4. Kemauan
Kemauan ya bukan kemaluan. Sama aja kalo kita udah ada bahan buat posting, punya laptop sendiri dan akses internetnya cepet tapi kita lagi badmood buat posting. Mending nggak usah berniat posting tiap hari. Solusinya simpen dulu aja postingannya ntar kalo mood-nya balik update deh.

Nah, itu dia yang bikin aku nyerah buat posting tiap hari. Ada-ada saja barriernya. Dari situ aku dapet kesimpulan. Untuk menjadi blogger yang baik kita tak perlu setiap hari posting cukup sehari saja tapi postingan itu sangat berarti bagi pembacanya. Quotes ni qoutes ni. Oke that’s all. Makasih udah mampir. Keep in touch ya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s